Bisnis Kuliner Bisnis Evergreen

Bisnis kuliner bisnis evergreen kalau tahu caranya. Manusia sejak ia lahir, remaja, tumbuh dewasa, hingga tua selalu membutuhkan makanan. Manusia dengan level ekonomi terbawah, menengah, atas, hingga tak tersentuh juga selalu membutuhkan makanan.

Coba dihitung sejak bangun tidur hari ini, berapa kali mulut kita mengunyah sesuatu? Sudah berapa kali tenggorokan kita menelan sesuatu? Dari cemilan dan teh pagi setelah sholat subuh, sarapan, makan siang, makan malam.

Selama manusia butuh makan, bisnis kuliner sudah memiliki pasar yang pasti dan tetap, tinggal di segmen mana mau ambil bagian; Low/Middle/Up?

Potensi Kuliner Halal

Industri Halal hari ini sedang diperbincangkan di level global. Perdagangan produk halal dunia mencapai 254.000.000.000 US Dolar/tahun, dan Indonesia berada di posisi ke 5 dalam pertumbuhan insdustri halal.

Jumlah muslim sedunia tahun 2030 diprediksi mencapai 2.000.000.000 (Dua milyar) jiwa. Anwar Fathoni seorang pakar ekonomi syariah menyebutkan bahwa ini adalah pangsa besar industri halal (Termasuk didalamnya kuliner).

Indonesia dengan predikat negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tidak menempati top global halal player, berbeda dengan Malaysia yang menempati posisi nomor 1.

Indonesia hanya menempati top global nomor 1 di dunia dalam konsumsi produk halal, artinya selama ini Indonesia hanya menjadi konsumen terbesar produk halal, bukan produsen terbesar produk halal.

Potensi Market Lokal

Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Dara tahun 2022 tercatat ada 278.752.361 muslim yang hidup di Indonesia.

Hubungan emosional seorang muslim dengan produk halal sangat kuat. Seorang muslim yang tidak taat misalnya, akan tetap merasa jijik untuk memakan daging babi. Mereka juga beranggapan bahwa binatang yang mati dengan tidak disembelih sesua syariat islam adalah bangkai.

Hubungan emosional semacam ini tidak akan bisa dikalahakan dengan dalih apapun seperti daging babi yang disterilisasi sehingga tidak mengandung cacing pita misalnya, atau hasil penelitian bahwa daging binatang tetap aman dikonsumsi walaupun tidak disembelih misalnya.

Hubungan emosional semacam ini tergambar pada loyalitas market muslim dengan produk kurma di bulan Ramadhan. Kurma tidak akan bisa digantikan oleh buah lain walaupun jauh lebih lezat dan lebih banyak kandungan vitaminnya. Buka puasa afdhalnya ya dengan kurma, bukan dengan durian.

Potensi Kuliner ‘Halal’ di Market Indonesia

Setelah kita tahu bahwa bisnis kuliner adalah bisnis yang memenuhi hajat hidup orang banyak karena merupakan pemenuhan kebutuhan pokok mereka.

Juga setelah kita tahu potensi industri halal yang sangat besar, dan Indonesia adalah market emosional dan konsumen terbesar produk halal di dunia.

Potensi bisnis kuliner halal di Indonesia bisa meledak sewaktu waktu jika tahu caranya. KLIK DISINI untuk belajar lebih lanjut.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *