Cara Ngitung Balik Modal Bisnis Kuliner

Balik modal artinya semua duit investasi yang sudah kalian keluarkan kembali utuh seperti sedia kala. Misal renovasi tempat habis 250 juta, beli alat 200 juta, modal awal operasional 50 juta. Artinya total modal kalian untuk buka café atau coffeeshop adalah 250 + 200 + 50 = 500 juta.

Ingat juga modal awal yang kalian keluarkan harus sudah termasuk biaya operasional di 3 bulan pertama, seperti gaji karyawan 3 bulan pertama, belanja bahan dapur 3 bulan pertama, listrik, wifi, air untuk 3 bulan pertama. Biar apa? biar sirkulasi keuangan normal, ga terganggu sama trial & error.

Terus, gimana cara ngitung balik modalnya?

Oke, pertama tama yang harus kalian putuskan diawal adalah, target balik modal mau berapa lama? 1 tahun? 5 tahun? 10 tahun? Karena akan menentukan besaran alokasi balik modal harian yang kalian sisihkan.

Kenapa mulai dari target waktu? Karena dengan begitu kalian jadi punya target penjualan harian (target omzet) untuk dicapai, tinggal sisanya seberapa kuat earning power kalian untuk mencapai target tersebut.

Lanjut…

Target waktu balik modal akan sangat berpengaruh dengan besaran alokasi uang yang harus kalian sisihkan tiap harinya untuk depresiasi modal, dan itu sifatnya mandatory flat, ‘tidak boleh tidak’ harus disisihkan dan nominalnya harus tetap, tidak fluktuatif.

Semakin lama waktu balik modal (tenor) yang kalian pilih, semakin ringan nominal uang balik modal yang harus kalian sisihkan, konsekwensinya balik modalnya lama. Misalnya modal kalian 500 juta, target balik modal kalian 10 tahun, artinya 500 juta : 120 bulan = 4.166.700 per bulan.

Sebaliknya kalau kalian pingin balik modal cepat, konsekwensinya alokasi dana yang kalian sisihkan harus besar, misal 500 juta : 24 bulan = 20.850.000, 5 kali lipat dari target sebelumnya.

Antara keduanya mana yang lebih baik? GA ADA! Keduanya sama sama baik bagi profiling keuangan yang cocok, keduanya ada konsekwensinya.

Kalau mau cepat balik modal artinya profit keuntungan yang bisa kalian nikmati tipis, bahkan bisa jadi kalian puasa penuh selama masa pengembalian modal, tidak menikmati sisa hasil usaha karena fokus nabung untuk balik modal. Ini yang dilakukan sama owner SS (Spesial Sambel) dan Mie Gacoan.

Namun, kalau mau tetap menikmati hasil bisnis (Net profit) di sela sela pengembalian modal, kalian bisa mensetting tenor pengembalian modal agak panjang, antara 5 tahun hingga 10 tahun, lalu dibreakdown menjadi target bulanan dan harian.

Selanjutnya…

Setelah kalian menentukan berapa lama waktu balik modal, lalu kalian sudah hitung berapa nominal bulanan yang harus kalian sisihkan, masukkan depresiasi modal tersebut menjadi bagian dari cost structure sebesar 5% – 7%, jangan lebih.

Artinya kalau target balik modal bulanan 5.000.000, maka itu adalah 5% dari target omzet kalian. Artinya target omzet kalian adalah 100.000.000 per bulan.

Ringkasnya target omzet bulanan kalian jadi 100.000.000, dikurangi modal HPP, fix cost, variable cost, setelah itu dikurangi depresiasi modal (Alokasi balik modal), baru tersisa net profit atau SHU (Sisa Hasil Usaha) yang bisa kalian nikmati sebagai pendapatan bersih bisnis. Semoga Bermanfaat!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *