Pola Pikir Orang Sukses Dan Orang Gagal

Hampir semua kejadian di muka bumi ini terjadi atas sebuah proses, dimulai dengan permulaan yang kecil hingga menjadi sesuatu yang besar.
Misalnya obesitas pada seseorang, ia tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan dicicil dengan pola makan dan pola hidup buruk dalam waktu yang panjang.
Pada hari pertama seseorang memulai pola makan dan pola hidup yang buruk, ia tidak akan merasakan dampak apapun. Bahkan jika saat itu ia melakukan pola makan terburuk dalam hidupnya maka tubuhnya akan baik – baik saja.
Saat pola makan buruk terus berlanjut dari hari ke hari, bulan ke bulan, hingga bertahun – tahun, maka pelan tapi pasti obesitas menjadi hasil akhir yang ia alami.
Begitu pula sel kanker, dimana saat kanker terdiagnosa stadium 4, bukan berarti sel kanker pertama kali muncul tiba-tiba sudah stadium 4.
Kanker tergolong penyakit kronis yang 80% masa pertumbuhannya dalam kondisi sembunyi, tidak terdeteksi, sehingga tidak menimbulkan gejala apapun bagi penderitanya. Saat menjelang stadium akhir baru bermacam-macam gejala pesakitan muncul.
Bayangkan betapa pertumbuhan sebuah sel kanker juga melewati proses, dimulai saat hari pertama ia muncul sampai di tahap terdiagnosa karena menimbulkan rasa sakit bagi penderitanya.
Contoh lain ada pada pekerjaan pemecah batu.
Batu besar tidak pecah pada pukulan pertama, kedua, atau ketiga. Batu besar mungkin akan pecah pada pukulan ke 100.
Kebanyakan orang hanya akan menghargai pukulan ke 100 saat batu terpecah menjadi beberapa bagian. Mereka hampir tidak mempedulikan pukulan ke 1 hingga ke 99, saat mineral dan kristal bagian dalam batu mulai retak sedikit demi sedikit.
Pukulan pertama, kedua, ketiga, ke 99, hingga ke 100 merupakan satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lain. Hasilnya memang tidak terlihat pada pukulan pertama, namun tidak akan ada pukulan ke 100 jika pukulan pertama tidak dilakukan.
Gempa bumi yang terjadi di permukaan tanah diakibatkan oleh gesekan atau tumbukan lempeng tektonik di bawah lapisan tanah. Pergerakan lempeng tektonik terjadi terus menerus sepanjang waktu hingga terjadi gesekan atau tumbukan besar yang mengakibatkan gempa.
Lempeng tektonik selalu konsisten bergerak perlahan selama puluhan bahkan ratusan tahun hingga akhirnya berada pada tiga posisi yang menyebabkan gempa:
Subduksi: Satu lempeng bergerak menukik ke bawah lempeng lainnya, menciptakan tekanan besar yang akhirnya dilepaskan sebagai gempa.
Pergeseran mendatar (lateral): Dua lempeng bergeser secara sejajar, gesekan antar permukaannya menghasilkan guncangan.
Tumbukan: Dua lempeng bertabrakan melepaskan energi besar yang menimbulkan guncangan kuat.
Kebanyakan korban gempa hanya mengetahui gempa bumi terjadi saat mereka mengalaminya. Hanya sedikit yang memahami bahwa peristiwa gempa merupakan estafet jangka panjang dari pergerakan tektonik yang konsisten.
Bisnis bankrut, rumah makan tutup, hidup acakadut, semuanya tidak datang tiba – tiba melainkan ada proses yang menyusun itu semua sedikit demi sedikit secara konsisten.
Ada perkataan; “Sukses itu berpola, gagal juga berpola”. Siapapun yang menjalani pola sukses maka ia akan mencapai sukses, siapapun yang menjalani pola gagal maka ia akan gagal. Seperti itulah Sunatullah berjalan.
Setelah kita tahu bahwa proses adalah susunan variabel yang menentukan hasil, maka perhatian pada sebuah proses layak mendapatkan porsi lebih daripada sekadar menuntut hasil.
Pengusaha sukses dan pengusaha gagal memiliki tujuan hasil yang sama saat memulai usaha; yaitu “SUKSES”.
Caleg, Cabup, Cagub, Capres-Cawapres memilik tujuan hasil yang sama saat mereka kampanye; yaitu “MENANG”.
Apa penyebab sebagia mereka sukses dan menang, lalu sebagian mereka gagal dan kalah? Yaitu “PROSES”
Disini ditulis tuntas dengan cara yang bagus banget bagaimana cara terbaik menjalani sebuah proses: Cara Menemukan Identitas Diri